BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN
PELATIHAN
BELAJAR MENULIS PGRI
PERTEMUAN
KE-29, GELOMBANG 25 DAN 26
DENGAN
TEMA : BLOG SEBAGAI SARANA PEMBELAJARAN
NARASUMBER :
NANI KUSMIYATI, S.Pd., M.M., CTMP.
MODERATOR : ROSMINIYATI
Menulis
di blog pada dasarnya sama dengan menulis di buku catatan. Berbeda namun memiliki manfaat yang sama yaitu
mengabadikan buah pikiran kita sendiri maupun pelajaran yang kita dapatkan dari
sumber lain. Sumber lain itu dapat berupa buku, digital book, pengalaman orang
lain maupun ilmu yang kita dapatkan dari guru kita, ketika kita masih belajar di
bangku sekolah maupun kuliah.
Saat
ini blog bukanlah sesuatu yang baru karena hampir setiap orang mengenal tentang
blog. Bahkan bertahun-tahun yang lalu para penulis juga kaum akademia
menggunakan blog untuk mengekspresikan ide, pengalaman dan ilmu yang di
dapatkannya.
Blog
sangat membantu mengingat kejadian-kejadian yang menarik perhatian baik di masa
lampau atau pun saat ini. Masa lampau dengan dibantu dokumentasi berupa
foto-foto akan mudah mengemasnya kembali menjadi sebuah cerita true story.
Sedangkan
kejadian di masa kini akan lebih mudah dituliskan di blog karena ingatan kita
masih fresh untuk mengingatnya. Maka ketika melihat kejadian yang menarik
perhatian, maka segera tulislah di blog. Ketika hendak menulis, tidak selalu
menggunakan laptop atau komputer, namun HP dapat membantu kita untuk menuliskan
poin-poin singkat tentang kejadian atau pengalaman yang menarik untuk
diceritakan.
Setelah
memiliki waktu luang barulah kita dapat menuliskannya. Bagaimana jika kita
benar-benar sibuk dan tidak ada waktu menuliskan poin-poin tersebut menjadi
karya yang dapat dinikmati sendiri maupun orang lain? Dan bagaimana jika
tiba-tiba tidak ada mood untuk menuliskannya? Kondisi ini semua orang pernah pasti
mengalaminya. Jika kendalanya sibuk sekali, berusaha meluangkan waktu untuk menuliskannya
walau hanya penjelasan satu poin saja. Kemudian dikesempatan berikutnya menulis
1 (satu) poin lagi.
Menulis
tidak dapat kita lakukan ketika kita sedang mengendarai mobil dan kita berada
di belakang kemudi. Akan berbeda jika menjadi penumpang maka akan lebih mudah
menuliskannya di hand phone selama perjalanan bekerja atau pulang. Draf tulisan
pasti masih kasar, biarkan saja, yang terpenting poin-poin itu sudah ada
deskripsinya. Ketika ada waktu barulah dibaca kembali untuk menyempurnakan
tulisan tersebut.
Blog
dapat menjadi sarana belajar, terutama belajar writing. Bagaimana menyusun
kalimat yang benar dan menarik hingga menjadi paragraf per paragraf yang
memiliki makna. Sebagai guru, blog dapat menjadi salah satu alternatif di dalam
mengajar. Beberapa guru dapat menggunakan google form, whatsApp atau media lain
namun jika media tersebut dapat saling melengkapi akan lebih bagus.
Blog
dapat menjadi suatu pilihan sebagai media pembelajaran. Bagi guru blog bisa
sebagai media pembelajaran bagi dirinya sendiri dengan menuliskan inovasi di
dalam mengajar baik berupa teknik mengajar maupun materi pelajaran. Walau
sebenarnya dapat disimpan di flash disk atau laptop. Kekurangannya jika laptop
atau flasdisk terkena virus maka akan sangat riskan hilangnya materi ajaran.
Blog
adalah salah satu media aman untuk menyimpan materi pelajaran kita karena tidak
akan terkena virus. Yang terpenting tidak lupa nama blog dan passwordnya. Jika
lupa password masih bisa dipulihkan melalui email atau nomor hand phone kita.
Karena blog bersifat umum atau dapat dibaca orang lain, sebaiknya kita pandai
memilih materi mana yang boleh dibaca orang lain. Jika guru memiliki soal-soal
dan dianggap masih bersifat konfidensial atau rahasia, sebaiknya jangan
disimpan di blog.
Ketika
mengajar, blog bisa digunakan untuk mengirimkan tugas-tugas ke siswa dan meminta
mereka menjawab di blog mereka dan mengirmkan linknya ke group. Menugaskan siswa
lain untuk berkunjung ke blog teman-temannya minimal dua blog. Siswa tidak
boleh dipaksa untuk visit ke semua blog karena mereka juga mendapatkan banyak
pekerjaan rumah dari guru berbeda.
Dalam
bahasa Inggris, writing termasuk salah satu skill yang tersulit karena budaya
menulis masih didominasi kaum akademia atau pegiat literasi. Untuk siswa dengan
level bahasa Inggris elementary, berikan mereka topik umum dan contoh cara
mendeskripsikan topik tersebut.
Agar
bisa mengerti isi dari reading, maka disarankan menggunakan google translate. Kemudian
menceritakan kembali dengan bahasa mereka sendiri. Bagi siswa yang benar-benar
level begginer minta siswa membuat kalimat dalam bahasa Indonesia dengan
berpedoman SPOK (Subyek, Predikat, Obyek dan Kata keterangan), baru mereka
terjemahkan dengan google translate untuk mengetahui bahasa Inggrisnya. Mereka
belajar menganalisa tulisan mereka sendiri juga memperhatikan kalimat bahasa
Indonesia dan bahasa Inggrisnya.
Bagaimana
dengan siswa SD atau SMP? Mereka bisa memiliki blog namun dengan bantuan orang
tua atau kakak-kakaknya yang mengerti blog dengan segala etika bersosial media.
Jika perlu yang mengetahui passwordnya hanya orang tua atau kakak-kakaknya yang
dapat diandalkan. Walau blog milik pribadi namun konten yang ditulis khusus
untuk belajar atau menyampaikan pendapat yang tidak menyinggung siapapun.
Guru
SD atau SMP yang pandai IT bisa membantu siswa dengan bertatap muka via daring
atau bertemu langsung dengan para orang tua dan mengajarkannya cara membuat
blog dengan etika bersosial media.
Guru
bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dapat menggunakan blog untuk mengajarkan
reading dan writing. Jika speaking dapat melalui zoom atau whatsApp call.
Penggunaan blog sebagai sarana pembelajaran adalah salah satu alat untuk
mengajar atau belajar. Silakan menggunakan media yang dianggap mudah untuk
meningkatkan ilmu dengan berbagi kebaikan dengan murid-murid, sahabat atau
orang lain.
Media
yang sulit perlu dipelajari dan ditaklukkan jika memang media tersebut akan
banyak memberikan manfaat. Jika dianggap tidak memiliki manfaat, sebaiknya
ditinggalkan. Selamat mencoba dan have fun dengan blog.
Motto:
Jadilah seorang guru yang inovatif dan menginspirasi
Wassalam Wr. Wb.
Salam Literasi

Ini persis spt yang saya sampaikan. Any way thanks y
BalasHapus