Digitalisasi Gerakan Literasi Sekolah
PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
PERTEMUAN KE-30 GELOMBANG 25 DAN 26
NARASUMBER :
BAMBANG PURWANTO, S.Kom., Gr
MODERATOR :
MULIADI
TEMA :
DIGITALISASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) itu sudah digaungkan oleh pemerintah sejak tahun 2015. Gerakan Literasi Sekolah dikembangkan berdasarkan Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Mendikbud mengatakan, Permendikbud tersebut adalah sebuah upaya untuk menumbuhkan budi pekerti anak. Kegiatan literasi paling sering dilakukan adalah kegiatan membaca 15 menit sebelum belajar .
Salah satu sekolah yang sudah berhasil dalam
menjalankan Gerakan Literasi Sekolah adalah SMP Taruna Bakti Bandung. Adapun bukti
kegiatan GLSnya dapat dilihat melalui link berikut ini.
https://youtu.be/ERfPc1VcRho. Salah satu guru yang berhasil berkarya dalam kegiatan GLS di SMP Taruna Bakti Bandung adalah Bambang Purwanto, S.Kom., Gr. Adapun bukti karyanya dapat dilihat di link berikut. https://literasismptarbak.wordpress.com/
Menjalankan kegiatan membaca 15 menit sebelum belajar merupakan bentuk pelaksanaan GLS. Bagaimana mengelola datanya? Siapa saja yang melakukan kegiatan setiap hari? Bagaimana memanfaatkan jam-jam kosong untuk menjadi manajemen literasi? Dalam menjalankan GLS perlu adanya kolaborasi antarseluruh komponen biotik yang ada di sekolah.
Kegiatan litrasi dapat dilakukan secara
manual maupun melalui google form. Sekarang literasi dapat dilakukan dengan
memanfaatkan blog. Bisa blog sekolah maupun blog pribadi. Sebagai contoh SMP Taruna
Bakti Bandung sebelumnya menjalankan GLS secara manual. Sekarang di samping
manual, juga memanfaatkan blog. Sebagai contohnya dapat dilihat melalui
linkberikut. http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/
Dalam melaksanakan GLS, sekolah bisa saja
mengatur jadwalnya setiap minggu. Seperti contoh berikut.
Kegiaatan Literasi di SMP Taruna Bakti yang dilakukan
adalah sebagai berikut:
1.
Senin
Membaca Kitab Suci
Kami lakukan pendokumentasian
secara digital melalui website bisa dilihat disini http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/laporan-input-literasi-harian-siswa-senin-25-juli-2022/
2.
Selasa-Rabu
Membaca Buku yang siswa suka
dokumentasi digital di website sebagai
berikut.
http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/laporan-input-literasi-harian-siswa-selasa-19-juli-2022/
http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/laporan-input-literasi-harian-siswa-rabu-20-juli-2022/
3.
Kamis yaitu
Pembacaan Cerita oleh Bapak Ibu Guru
Ini program
tahun ajaran baru yang baru akan dilakukan baru hari Kamis ini
4. Jumat
Curhat Siswa
Dokumentasi digital website sebagai berikut
http://literasi.smp.tarunabakti.sch.id/laporan-input-literasi-harian-siswa-jumat-22-juli 2022/
Nah bagaimana menghitung point literasi,
saksikan video menghitung point literasi di SMP Taruna Bakti perhatikan
pemaparan berikut.
Prestasi SMP Taruna Bakti di bidang Literasi adalah Juara Utama Kategori Sekolah Literasi di Kota Bandung pada tahun 2019, Berbarengan saya secara pribadi mendapatkan Penghargaan sebagai Penggiat Literasi di Kota Bandung, mendapatkan penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung.
Diatas adalah hasil dari sebuah proses perjalanan panjang dalam kegiatan literasi yang sampai sekarang masih tetap dijalani. Bapak Ibu guru yang hebat, malam ini ingin mengajak bahwa kegiatan literasi sekolah menjadi hal yang sangat penting untuk bisa terus dikembangkan. Harapannya setiap guru bisa menjadi pejuang literasi di sekolahnya. Tidak hanya hebat karena menulis untuk diri sendiri akan tetapi bisa berkontribusi di sekolah dan di masyarakat.
Karya-karya yang kita buat bisa disimpan
dengan platform digital. Saya pernah membuat Kalimat Bahagia Mr. Bams https://penamrbams.id/category/kalimat-bahagia-mr-bams/
Tanpa megurangi rasa hormat kepada semuanya, inilah yang sudah saya kerjakan. Perjalanan panjang membangun gerakan literasi sejak tahun 2016 di sekolah masih terus diupayakan dan dilaksanakan. Tanpa megurangi rasa hormat kepada semuanya, inilah yang sudah saya kerjakan. Perjalanan panjang membangun gerakan literasi sejak tahun 2016 di sekolah masih terus dilakukan. Posisi koordinator literasi saya emban sejak tahun ajaran 2019-2020 dan 2020-2021.
Permasalahan-permalasan dan cara mengatasinya
dalam Gerakan Literasi Sekolah.
J1
1. Kegiatan dongeng saya lakukan secara
intens sejak tahun 2003 sampai sekarang. Mengajar mulai tahun 2008 di SMP
Taruna Bakti. Dongeng yang saya sampaikan lebih banyak dongeng untuk anak-anak
TK/RA/PAUD dengan dongeng yang menyampaikan pesan-pesan moral. Saat mendongeng
saya gunakan nama Ayah Salwa. Berbeda dengan panggilan anak-anak di sekolah
mereka memanggil Mr. Bams
2. Kendala biasanya tidak semua guru siap membantu. Apalagi di awal saya lakukan dengan suka rela tidak ada SK (2016-2019). Harus siap kerja sendiri. Harus berani mengajak teman-teman yang satu visi atau senang dengan kegiatan literasi.
P2
Kita tahu bahwa pada saat ini semua anak sangat susah mengajaknya untuk berliterasi. Apalagi kalau mereka itu sudah memegang gadget. Mereka malah sibuk dengan gadgetnya. Dan kalau sudah sekolah kebanyakan mereka itu sudah malas untuk membaca. Kalau membaca Alquran Pak kami sudah melakukannya setiap pagi sebelum belajar. Bahkan anak-anak kami sudah banyak yang hafal ayat-ayat Alquran. Akan tetapi untuk membaca buku mereka sangatlah susah
Apa langkah - langkah yang harus dilakukan untuk mengajak anak Didik kita agar mencintai dunia literasi, bukan cuma disekolah akan tetapi juga di luar sekolah.
J2
Kegiatan literasi tidaklah hanya membaca buku, banyak kegiatan lain yang bisa dilakukan. Tim Literasi Sekolah harus mampu membuat kegiatan literasi yang beragam. Sekolah kami melakukan kegiatan dengan pengolahan data dengan sangat baik. Setiap siswa yang melakukan kegiatan mendapatkan poin literasi. Aktivitas literasi di sekolah kami dokumentasikan di website agar diketahui oleh siswa tersebut, wali kelas dan manajemen sekolah. Lakukan terus menerus agar siswa merasa diperhatikan. Semoga program yang dibuat sekolah bisa dinikmati oleh semua pihak disekolah
P3
Untuk sekolah saya selama ini ada kegiatan
literasi yg dilakukan oleh guru-guru terutama guru Bahasa, namun keg tersebut
masih belum membudaya untuk semua warga sekolah.
Bagaimana memulai kegiatan literasi di
sekolah, karena kita tidak bisa sendiri
melaksanakan kegiatan tsb tanpa dukungan dari semua pihak.
J3
Sebaiknya kegiatan literasi merupakan kegiatan resmi. Guru guru yang dilibatkan didukung oleh Kepala Sekolah. Buatlah program literasi oleh Tim Literasi Sekolah dengan sepengetahuan Kepala Sekolah. Sosialisasikan program literasi tersebut dalam setiap kegiatan sekolah. Dukungan dari Kepala Sekola menjadi hal yang sangat penting agar bisa diikuti oleh guru-guru yang lain. Terus berjuang dan berjuang, tentunya hasil bukanlah yang utama akan tetapi perjuangan yang terus menerus menjadi hal yang sangat wajib dilakukan. Selamat mencoba
P4
Saya perhatikan anak-anak jaman sekarang
sepertinya kurang suka berliterasi. Saya ambil contoh pada siswa-siswa saya.
Pada saat itu pendaftaran SNMPTN dan panitia sudah memberikan informasi melalui
website. Mereka terkadang tidak mau membaca informasi di website dan pada
akhirnya yg mereka lakukan adalah bertanya pada bapak ibu guru mengenai
informasi tersebut, padahal semua informasi telah disampaikan pada website.
Pertanyaan sy, bagaimana caranya membudayakan
anak2 jaman sekarang untuk mau membaca.
J4
Inilah yang menjadi tugas kita semua. Membaca sesunggunya sebuah keterampilan bahasa yang utama. Membaca, menulis, mendengarkan (menyimak), berbicara merupakan 4 keterampilan bahasa yang menjadi fokus pembelajaran di sekolah. Perjuangan inilah yang terus menerus harus dilakukan dengan penuh kesabaran dan yang paling penting adalah sebuah teladan dari kita semua. Menyampaikan pentingnya mengusai 4 keterampilan bahasa kepada setiap siswa ini merupakan salah satu cara. Mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari itu pun sangat penting dilakukan
P5
Asslaamualaikum
Selamat malam Bapak
Saya Rumiati dari MAN Kota Palangka Raya
Gelombang 25.
Mohon pencerahannya tentang mendorong anak
supaya PD atau berani tampil ke depan untuk menyampaikan argumenya setelah
berliterasi sesuatu bahan ajar. Karena tidak semua siswa mau berbicara di depan
kelas.
J5
Mendorong anak untuk berani, berikanlah kesempatan terus menerus untuk berani bicara. Biarkan mereka bicara dengan apa yang mereka kuasai. Bisa saja setiap hari sisihkan 5 menit, untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang berani bicara. Berikanlah kesempatan bicara tentang pengalaman mereka yang seru, hobi yang mereka sedang tekuni, atau yang lainnya. Berikan kesempatan kepada yang lain untuk bertanya, sehingga terjadi komunikasi yang efektif dari seluruh siswa.
P6
Sangat menginspirasi GLS yang bapak lakukan, bolehkah
saya tahu aplikasi atau sistem poin yang digunakan untuk menilai keaktifan
siswa dalam membaca.
J6
Untuk aplikasi yang saya buat hanya
menggunakan excel. Bila perlu aplikasinya silahkan japri sebutkan Nama -
Sekolah - Asal.
P7
- 1. Adakah
saran metode atau permaian agar mereka dapat mengerti banyak kosakata bahasa
Indonesia?
- 2. bolehkan saya menrunkan sedikit standar bagi mereka dalam membaca, misal bacaan untuk kelas 8, saya beri dari bahan pelajaran kelas 7?
1. Permainan bisa dirancang sesuai tujuan
yang ingin dicapai. Misalnya menjodohkan kata ini bisa dicoba. Misalnya :
tuliskan kata bahasa inggris dengan :
a. one
b. two
c. three
d. dua
e. satu
f. tiga
kemudian pasangkan. Atau bisa dikembangkan
dengan permainan lainnya. Diskusi dengan guru Bahasa Indonesia dan Inggris
mungkin akan lebih seru dalam membuat permainan yang akan disajikan.
2. Boleh banget, sesuaikan dengan kondisi peserta didik
P8
Apa yang melandasi bapak pertama kali menjadi bagian di Gerakan Literasi Sekolah
pak?
Apakah ini bermula dari rasa kekhawatiran
bapak terhadap minimnya kegiatan literasi disekolah?
J8
Melarutkan diri dalam sebuah Gerakan Literasi Sekolah adalah panggilan jiwa, tanpa SK selama ada yang bisa dilakukan maka lakukanlah dengan riang gembira. Tugas guru tidaklah hanya menyampaikan materi pembelajaran akan tetapi bisa mencoba memberikan contoh, inspirasi agar kegiatan literasi menjadi sebuah kebutuhan. Begitu pentingnya literasi dalam kehidupan ini akan menjadi hal yang sangat penting dalam menjalani hidup ini. Negara yang maju menjadikan buku sebagai rujukan dalam setiap masalah yang dihadapi.
Bila saat ini kita belajar menulis maka
ajaklah sebanyak-banyak setiap orang membaca. Menulis dan membaca seperti
sahabat yang akan selalu meningatkan begitu sangat penting dan saling
berhubungan.
Komentar
Posting Komentar